"Saudara-saudara sekalian!
Lihatlah ke ufuk yang kelam! Di saat Cakrawala Timur Tengah kembali memerah bukan oleh lembayung senja, melainkan oleh kobaran api yang memijar dari tanah Iran.
Di saat mesiu Amerika sekali lagi menggubah Simfoni kematian di tanah-tanah yang jauh, menghancurkan mimpi anak-anak manusia dalam peperangan yang tak berujung—di sinilah kami berpijak.
Maka, dengan kesadaran yang teguh, dan dengan rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa, kami—dua jiwa yang kecil—memilih untuk tidak memadamkan pelita. Di tengah dentuman mesin perang yang angkuh, kami memutuskan untuk mengikatkan diri dalam sebuah persekutuan suci yang menolak untuk menyerah pada kegelapan."
"Kami tahu, hari ini Emas telah menjadi berhala yang harganya melambung tinggi, seolah hendak mengejek keringat rakyat jelata. Di tengah hiruk-pikuk janji Makan Bergizi Gratis yang menjadi perdebatan di setiap sudut negeri, kami tidak datang membawa kemewahan palsu.
Kami membawa sebuah Ikrar Perjuangan.
Kami mengundang Saudara-saudara untuk hadir menyaksikan sebuah persatuan yang kokoh. Kehadiran kalian adalah Saksi bahwa di tengah badai resesi yang mengancam dan geopolitik dunia yang sedang koyak, cinta dan kemanusiaan kita tetaplah Merdeka!"